Selasa, 04 Desember 2012

Diary Tentang Si Dia



Kisah cintaku ini harus berakhir, Walaupun hati benar-benar menolaknya. Tidak ingin merasakannya, tapi semua ini memang terjadi. Dia kekasih yang aku sayangi begitu tulus, dia rela mengakhiri hubungan ini karena sebuah masalah.
Berkali-kali aku ingin menolak kenyataan ini, tapi ini adalah sebuah perjalanan hidup yang harus aku lalui dan aku terima.

Mencintainya sering membuatku teringat akan semua kenangan-kenangan indah yang pernah aku lewati dengannya. Kebaikannya sering aku rasakan, seperti dia adalah Kekasihku dulu. Namun keadaan sering menyadarkan baha dia bukan milikku lagi. Kebaikannya sering membuatku bahagia, saat dia sedang berbaik hati menemaniku di saat aku lagi kesepian.

Dia sering kali bercerita tentang hal-hal yang membuatku senang dan bahagia. Sebelumnya aku tak mengerti, sontak dia bercerita rasanya hati ini senang dan bahagia. Aku hanya ingin menjadi seseorang yang ada di saat dia butuhkan, Walaupun dia tak pernah membutuhkanku. Pernah suatu hari, pertemuan kita memang tak sering seperti dulu saat kita pacaran.

Rasa cangguh dan gugup menatapnya dirasakan olehku. Berjalan di tempat keramaian sedikit membuat jantungku gemetar, bingung mau berkata apa ? Waktu telah menjawab semuanya, dan semua baik-baik saja. Dan sikapnya masih sama seperti dulu perhatian dan lembut kepadaku. Kebaikannya dan keramahannya masih sama seperti dulu. Aku bahagia dan lega saat semua berjalan seperti yang aku fikirkan.

Di pertemuan dengannya kembali, membuat aku berharap akan bisa membangun sebuah hubungan kembali dengannya. Namun semuanya itu tak mungkin terjadi,walaupun sulit untuk melupakannya, tapi itu harus aku lakukan. Dan berusaha untuk tidak mengingat kenangan-kenanganku dan dirinya. Bagiku sangat sulit untuk melupakannya, melupakan semua yang telah aku dan dia lewati.

Senyum, canda, dan tawanya selalu mengingatkanku tentang dulu saat aku dan dia masih terikat hubungan cinta. Aku tak rela saat harus melihat dia bersama cewek lain. Bagiku dia adalah segala-galanya. Sulit untukku melepaskan orang yang aku sayang, apalagi dia adalah orang yang telah membuat aku bahagia, dan menjadi penyemangat di setiap langkah yang aku jalani.

Setiap detik pikiranku selalu teringat tentang dirinya. Aku berfikir, akankah kebahagiaan yang dulu akan terulang kembal. Andaikan waktu bisa diputar kembali, aku akan mengulang kembali masa-masa indah yang dulu pernah aku lalui dengannya. Tapi aku tak boleh terus-terusan sedih karena cinta.

Masa depanku masih panjang, langkahku untuk memperoleh dan mendapatkan cinta sejati masih panjang. Mungkin itu semua adalah sebuah cinta yang pernah singgah dalam hidupku, dan menjadi cerita yang singkat dalam hidupku.
Aku yakin di balik semua ini pasti ada maknanya, mungkin saat ini cinta yang aku rasakan hanyalah sementara. Semua hanyalah masa lalu, dan aku harus berusaha melupakannya.

Terimakasih atas cinta tulusmu, dan terimakaih karena kau telah memilihku sebagai bagian dari hidupmu dan telah melukis kenangan-kenangan indah di hidupku. Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu, dan aku berharap kamu bisa seperti yang aku inginkan. Kamu akan selalu dihatiku selamanya jika Allah menghendaki itu. Meskipun kamu bukan siapa-siapaku lagi. Dan aku berharap kita bisa kembali, walaupun itu semua sangat amat kecil memungkinkan kita kembali SAYANG.............   I LOVE YOU SO MUCH SAYANG ...........
PENGARANG = MEILYNA EKAWATI
PENULIS          = FARIDATUL RIZQIAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Pesan / Komentar Ya ?