Tampilkan postingan dengan label Islamic Religius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islamic Religius. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2013

Kemunculan Malaikat di Masjid Nabawi Saat Shalat Jum'at

Selain manusia, masjid juga di kunjungi atau di diami oleh
sosok gaib seperti Malaikat dan jin muslim.

Baru-baru ini di Masjid Nabawi, Madinah terekam dalam bentuk
video aktifitas sosok gaib tersebut.

Sosok misterius itu bercahaya putih berada di tengah-tengah
ummat yang sedang serius mendengarkan khutbah Syaikh
dr. Abdul Muhsin al-Qasim.

Saat itu bertepatan dengan shalat Jum'at 23 Muharram 1433
Hijriyah.

Video ini di unggah ke youtube dan spontan menggemparkan
dunia, karena sosok itu tampak jelas terekam dalam video. Berbagai
pihak mencoba menganalisisa sosok bercahaya itu.
Ada yang menyebutkan itu sebagai efek cahaya dari sinar
matahari,tapi teori itu terbantahkan karena atap masjid
Nabawi terbuat dari marmer.
Tak seorang pun menyadari sosok
itu berada di tengah-tengah ummat.
Bahkan pengurus masjid ketika menyaksikan video itu tak bisa
mengidentifikasi siapa sosok misterius tersebut.

Sebagian besar orang meyakini sosok gaib itu kemungkinan
adalah Malaikat yang memang selalu hadir di dalam Masjid Nabawi.


Subhanalloh .

Kuasa Allah : Patung Jesus Disambar Petir

Sebuah patung Yesus Kristus 62-kaki disebuah gereja di Ohio telah dipanah petir semasa ribut petir yang teruk dan meletup kemudiannya terbakar dan mengakibatkan patung tersebut hangus dijilat api. Patung yang bernilai $300,000 US dan diperbuat daripada bahan gentiankaca dan Styrofoam itu hanya tinggal rangka dawai.

Kebakaran yang berlaku juga telah menyebabkan kerosakan$400,000 US kepada ‘Solid Rock Church di Monroe, Ohio.

Firman Allah Ta'ala yang artinya:"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari dan janganlah (pula kamu sujud) kepada bulan, tetapi sujudlah kepada Allah yang telah menciptakan mereka, jika kamu benar-benar menyembah-Nya semata." (Surah Fushshilat (41) : 37).

Dan firman-Nya yang artinya :"Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,kemudian Dia bersemayam di atas'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang, senantiasa mengikutinya dengan cepat. Dan (Dia ciptakan pula) matahari dan bulan serta bintang-bintang (semuanya) tunduk kepada perintah-Nya. Ketahuilah, hanya hak Allah mencipta dan memerintah itu. Mahasuci Allah Tuhan semesta alam." (Surah Al A'raaf (7) : 54).

Tuhan inilah yang haq untuk disembah. Dalilnya firman Allah Ta'ala : "Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. Yaitu Tuhan yang telah menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, serta menurunkan air (hujan) dari langit lalu dengan air itu Dia mengeluarkan segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu janganlah kamu membuat sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui." (Surah Al-Baqarah (2) : 21-22).

Ibnu Katsir, Rahimahullah Ta'ala, mengatakan : "Hanya Pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak disembah dengan segala macam bentuk ibadah."

Jumat, 18 Januari 2013

Tata Cara Sholat





Tata Cara sholat haruslah sesuai dengan yang diajarkan oleh junjungan kita, Nabi Muhammad saw. Sebuah hadits yang masyhur, Rasulullah bersabda: Shalat lah kamu sekalian sebagaimana melihatku shalat. Sholat secara bahasa berarti do'a. Sedangkan secara yar'i adalah perkataan dan perbuatan tertentu yang dimuali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Cara Sholat yang benar telah banyak dibahas dalam berbagai macam buku baik buku fikih maupun buku yang secara khusus membahas cara sholat.



Sebelum belajar cara sholat hendaklah dipelajari pula hal-hal:

  • waktu-waktu shalat
  • Adzan dan Iqomah
  • Menutup Aurat
  • Bersuci (Wudhu, Mandi Janabah dan tayamum)
  • Yang membatalkan shalat
BERIKUT INI ADALAH TATA CARA SHOLAT
Sebelum shalat hendaklah terbebas dari najis dan hadas, dengan cara bersuci (wudhu, Tayamum atau, Mandi Janabah)
Niat di Dalam Hati dan tidak dilafadkan
Menghadap kiblat (yaitu ka'bah)
Menghadap ka'bah bukan berarti menyembah ka'bah, karena niat dalam hati adalah untuk menyembah Allah SWT. Shalat menghadap Ka'bah adalah bukti bahwa seorang muslim mematuhi perintah-Nya.
Lakukan shalat dengan cara berdiri
Bila tidak mampu maka boleh duduk, bila tidak bisa duduk maka dengan berbaring dan jika tidak mampu menggerakkan anggota badan maka boleh dengan isyarat.
Bertakbiratul ihram, dengan mengucapkan "ALLAHU AKBAR" Sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau telinga, serta melihat ke tempat sujud, tidak menoleh ke kiri atau ke kanan.
Mengangkat tangan ketika takbir bisa dilakukan dengan salah satu dari tiga keadaan:  --sebelun ucapan takbir, bersamaan dengan ucapan takbir, sesudah ucapan takbir.
Jari jemari tangan saat takbir dirapatkan, namun tidak digenggam dan jari jemari menghadap ke atas.
Meletakkan telapak tangan di atas punggung telapak kiri atau pergelangan atau di lengan bawah tangan kiri atau tangan menggenggam tangan kiri dan posisi kedua tangan di dada.
Membaca doa iftitah
Membaca Al Fatihah
Mengucapkan Amin setelah alfatihah
Membaca salah satu surat atau ayat-ayat alquran yang engkau hafal
setelah selesai membaca surat maka berdiam sejenak (Tuma'ninah)
Melakukan Rukuk Sambil takbir ( ALLAHU AKBAR) dan mengangakt kedua tangan sejajar dengan pundak atau telinga
Kemudian membada 'SUBHANA RABBIYAL'ADHIM" 3X.
Bangkit dari ruku' (i'tidal), dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau kedua telinga, dengan mengucapkan "SMA'ALLAHU LIMAN HAMIDAH"
Setelah tegak berdirilalu mengucapkan "RABBANDA WALAKALHAMDU"
Melakukan sujud Sambil bertakbir. Saat sujud membaca 'SUBHANA RABBIYAL A'LA" 3x.
Bangkit dari sujud sambil bertakbir lalu duduk iftirasy(duduk diantara dua sujud), duduk dengan bertumpu pada telapk kaki kiri dengan telapak kaki kanan ditegakan. Membaca doa "RABBIGHFIRLI" 2x.
Kemudian bertakbir dan bersujud sebagaimana sebelumnya.
Setelah itu bangkit dari sujud seraya mengucapkan takbir, lalu duduk sebentar, setelah itu berdiri dengan bertumpu pada tangan.
Inilah yang disebut dengan satu rakaat. Jika sholat yang kita kerjakan adalah sholat dhuhur, ashar dan isya' (4 rakaat), pada rakaat kedua setelah sujud kedua dilanjutkan dengan duduk tasyahud awal dan pada rakaat terakhir kita duduk tasyahud akhir dan salam. 
Duduk tasyahud awal caranya seperti duduk iftirosy (duduk diantara dua sujud). Membaca Bacaan Tasyahud dan Sholawat.
Duduk tasyahud akhir adalah dengan bertawaruk, yaitu menegakan telapak kaki kanan dan menempatkan telapak kaki kiri di bawah betis kaki kanan dengan menjadikan lantai sebagai tempat bertumpu.